Pada awal bulan September 2008, saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan bersama keluarga ke Bangkok, Thailand, selama seminggu. Pada saat itu, kami berangkat total ber-11 (5 dewasa, 5 senior dan 1 anak-anak). Saya dan isteri didapuk menjadi ‘pengelola’ tour, dengan tugas mencari tiket pesawat, menyiapkan akomodasi selama di Bangkok, membuat itinerary (rencana perjalanan) de el el.
Padahal kami tidak punya pengalaman sama sekali. Tapi dengan semangat ‘bonek’ (bondho nekat, bhs Jawa; modal nekat), kami lakuin aja. Hitung-hitung belajar untuk jadi Tour leader hehehe. Apalagi dengan begitu kami bisa gratis biaya tiket pesawat dan akomodasi, lumayan kan.
Tidak hanya pelajaran itu yang kami dapatkan. Yang lain adalah bagaimana bersikap selaku warga negara yang baik di tengah perbedaan dan friksi. Sebelum berangkat, kami dibombardir berita-berita di televisi tentang demonstrasi berdarah di Bangkok yang membuat miris.
Namun karena tiket sudah dibeli, kami putuskan untuk tetap berangkat. Namun setiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, kami terbengong-bengong. Mana demonya? Kok semua tenang-tenang aja, bahkan banyak orang Eropa yang datang ke negara ini.
Selama perjalanan menuju hotel, juga tidak terlihat gerombolan pendemo atau pun tentara dan polisi yang berjaga di jalanan. Semua terlihat normal. Di kawasan Chinatown juga tidak terlihat adanya keanehan. Jalanan masih dijubeli warga dan turis.
Menurut pegawai hotel tempat kami menginap, demonstrasi dipusatkan di sebuah lapangan dekat Grand Palace dengan penjagaan ketat. Tapi Grand Palace masih tetap dibuka untuk umum seperti biasa. Kenapa bisa begitu? Kata beberapa warga, hal itu disebabkan rakyat sangat menghormati Raja. Sehingga tidak sampai anarkis meski friksi sangat tajam.
Beberapa hari setelah kami pulang, ada berita bahwa demonstran menduduki bandara dan sampai ada insiden pelemparan granat ke arah demonstran. Tapi setelah demonstran membubarkan diri, bandara sudah bisa dioperasikan kembali keesokan harinya. Pihak pengelola hanya perlu membersihkan sampah yang berserakan, dan tidak ada alat yang rusak atau hilang. Kalau ada demonstrasi di Bandara Cengkareng? Gak janji deh.

Alhamdulillah, kemarin saya dari Bangkok udah aman n tentram. Jadi benar2 bisa menikmati liburan.
Bagi cerita menariknya, dongg…