Lebaran masih lama. Bulan puasa pun baru tiba, namun praktik-praktik untuk mencari uang Tunjangan Hari Raya (THR) sudah dilakukan oleh oknum di kantor Imigrasi. Salah satu yang mengalaminya adalah saya.
Meski di papan pengumuman sudah tertulis besar-besar bahwa biaya pengurusan paspor 48 halaman adalah Rp 200rb + biaya TI Rp 55rb (?!) , masih ada juga tambahan ‘resmi’ sebesar Rp 15rb yang katanya untuk biaya sidik jari. Sudah semua? Belum!
Saat saya memperpanjang paspor, biaya yang dikenakan adalah Rp 350rb. Dan biaya tersebut tanpa kwitansi dengan alasan lagi sibuk mengerjakan paspor untuk jamaah haji sehingga tidak sempat mencetaknya.
Untungnya, bulan lalu keponakan saya juga membuat paspor di kantor yang sama. Omong-omong ini terjadi di Kantor Imigrasi Balikpapan, Kalimantan Timur. Keponakan saya hanya membayar Rp 270rb dan ada kwitansinya.
Berbekal kwitansi tersebut, saya ngotot minta kwitansi dengan alasan diminta oleh kantor. Bohong dikit nggak apa-apa kan? Mumpung belum puasa nih, hehehe. Akhirnya oknum petugas Kantor Imigrasi tersebut berjanji akan memberikan kwitansi pada saat saya mengambil paspor yang sudah jadi.
Pada saat yang telah ditentukan, pagi-pagi saya datang ke Kantor Imigrasi untuk mengambil paspor, namun disuruh balik lagi nanti siang karena paspor saya belum ditandatangani oleh Kepala Kantor Imigrasi Balikpapan.
Siangnya, tanpa babibu petugas yang sama langsung memberikan paspor saya. Kemudian dengan suara lirih dia bilang, “Ini deposit yang kemarin,” sembari menyodorkan kwitansi yang terlipat dan di dalamnya ada uang Rp 80rb. Dalam perjalanan pulang saya lihat tanggal kwitansinya, ternyata tertanggal 2 hari lalu, atau pas saat saya dimintai uang Rp 350rb yang katanya biaya pembuatan paspor ya segitu itu.
Ketika isteri saya iseng bertanya pada temannya yang juga bekerja di Kantor Imigrasi yang sama, dengan enteng dia berkata, “ Ya itu biasa lah, untuk dibagi-bagi (uangnya).” O my God, hari gini masih melakukan hal itu, apa kata dunia???
Tips: Kalau ngurus paspor, harus siap ‘ngotot’ dan bawa bekal kwitansi dari orang yang sudah ngurus paspor duluan.

Masi ada yang beginian yaa…
kalau di imigrasi jakarta (pusat) transparan, kalau urus sendiri Rp.270.000 di luar itu beli map Rp.7500 (pdhl ditulis gratis hikss) .. asal kuat makan ati kalau urus sendiri, krn prosesnya hanya 2x datang tapi seharian nunggu hikss .. sorry ko jd curhat hehehe
Hallo Mbak Nella (moga-moga namanya benar hehehe), salam kenal. Memang tidak semua pegawai Imigrasi itu brengsek dan mau malak kita, banyak juga yang taat pada peraturan. Kalau soal makan ati dan nunggu seharian sih dimana-mana juga ngalamin, tapi di Balikpapan masih mending karena yang ngurus paspor dll cuma sedikit jadi nggak pernah nunggu lama.