Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

Aku Cinta Indonesia

Saat ini Detikcom menyelenggarakan program Aku Cinta Indonesia (ACI) yang bertujuan menyeleksi 66 pendaftar dan nantinya akan dikumpulkan menjadi 33 tim beranggotakan masing-masing 2 orang. Pada waktu yang telah ditentukan, semua tim akan memperoleh reward berupa jalan-jalan gratis ke berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia. Benar-benar gratis lho. Transportasi, akomodasi bahkan sampai uang saku selama perjalanan juga ditanggung Detikcom.

Bukan hanya itu saja. Tulisan dan foto peserta setelah perjalanan berakhir akan dinilai. Pemenangnya bisa bawa pulang Rp 100 juta. Asyik, bok. Caranya? Cukup mendaftar lewat situs http://www.detik.com, ikuti petunjuk di situ dan nantinya mengikuti proses seleksi. Gampang banget….

Saya juga sudah mendaftar 2 hari lalu dan sudah dikonfirmasi via email. Tapi kok sampai sekarang data saya nggak muncul di website mereka. Masih nunggu giliran atau nggak masuk ya….? Nunggu aja dulu deh, moga-moga masuk dan kepilih. Lumayan kan bisa menikmati keindahan Indonesia tanpa keluar biaya. Maklum, soal transportasi adalah bagian yang paling memberatkan untuk eksplor Indonesia, khususnya bagi yang low budget seperti saya hehehe…

Read Full Post »

Nobar, Asyik tapi….

Perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan membawa berkah tersendiri bagi saya. Gara-gara perhelatan sepakbola terakbar sejagat ini saya beroleh kesempatan untuk menghadiri acara yang namanya nonton bareng alias nobar. Pengundang adalah FIF cabang Balikpapan dan dilaksanakan pas acara final antara Belanda dan Spanyol.

Walaupun tidak menjagokan keduanya (jagoan saya, Jerman, sudah keok di semifinal dan hanya jadi Juara 3, hiks.), namun saya berangkat dengan semangat ’45. Maklum pengalaman pertama. Setelah sampai di hotel tempat acara saya baru tahu bahwa acara nobar dilaksanakan di pub hotel tersebut. Asyik, ini juga kali pertama saya masuk ke pub (norak? Biarin!) dan yang lebih asyik lagi adalah gratis..tis…tis.

Namun eforia yang saya rasakan tidak berlangsung lama. Keasyikan mengalami hal-hal perdana dan juga nonton di layar gedhe segera terhapus tidak lama setelah saya masuk ke pub itu karena suasana di dalamnya. Mulai dari sakit telinga (karena musik dari in-house band yang hingar bingar), napas sesak (karena asap rokok yang pekat), hingga badan yang ber-‘teriak’ karena acara ini diselenggarakan jauh di luar jam tidur normal saya. Plus, pulang nggak bawa hadiah door prize yang disediakan panitia.

Pendek kata, lengkap sudah penderitaan yang saya alami. Selagi nonton bola yang diwarnai hujan kartu dari saku wasit, saya cuma berpikir: “Berapa lama nih waktu yang saya perlukan untuk mengeluarkan racun nikotin dkk yang ngendon di paru-paru selama beberapa jam ini?”

Karena lebih besar negatif yang saya rasakan, akhirnya dalam hati saya berikrar untuk tidak mau lagi diajak nobar kalau tempatnya di pub. By the way, saya tetap berterima kasih kepada pihak FIF yang sudah memberikan pengalaman ini. Lain kali undang saya lagi ya Pak Bowo, tapi jangan di pub hehehe…

Read Full Post »